CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Sunday, June 13, 2010

JUJURLAH PADAKU, INI CINTA ATAU NAFSU?





bismillah... entah mengapa kali ini saya terdetik untuk berkongsi sesuatu yang agak berbeza dengan trend post2 saya sebelumnya.. saya akui, saya bukanlah ahli yg tepat untuk menghuraikan isu seperti ini. namun, anggaplah ianya hanya suatu luahan rasa dan sedikit perkongsian yang saya garap dalam buku NIKMATNYA PACARAN SETELAH PERNIKAHAN karangan Salim Akhukum Fillah. moga bermanfaat, insya Allah..

NAFSU ITU, AH KASIHAN SI CINTA


Al-quran mengajar kita sebuah pengakuan yang tulus bahawa hawa nafsu yang diperturutkan dan tertipu syaitan selalu menarik kita ke alam hewani yang rendah. dalam pengakuan jujur inilah jiwa seorang mukmin dipisahkan dari kesombongan. Bahwa hanya dengan rahmat Allah yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang ia terbebas dari tarikan rendah dan nista itu.

" dan aku tidak berlepas diri dari (kesalahan) nafsuku. karena sesungguhnya nafsu itu menyuruh kepada keburukan, kecuali yang diberi rahmat oleh Rabbku, maha Pengampun lagi maha Penyayang"
(yusuf : 53)

anda dan saya memang bukan malaikat. jangan pernah menyesali keberadaan nafsu dalam diri kita. Allah menjadikannya amanah yang dipercayakan agar kita meletakkannya dalam fitrah ketaatan sebagaimana yang Ia gariskan. fitrah inilah yang menjadi sarana lestarinya jenis manusia sebagai makhluk Allah yang diperintahkan untuk beribadah kepadaNya semata dan memakmurkan bumiNya semesta.





mudah sekali melafaz cinta. tanpa berfikir panjang, sebuah ketertarikan dan rasa suka segera menggerakkan lisan melafaz kalimat aku cinta padamu. namun, tak banyak yang tau apa itu cinta; lebih sedikit lagi yang mencari tahu tentang hakikatnya.

ibnul Qayyim Al-Jauziyyah dalam Raudhathil Muhibbin wa Nuzhatul Musytaqin (taman org yang bercinta dan memendam rindu) mendefinisikan cinta dengan sederhana sekali..

cinta akan lenyap dengan lenyapnya sebab...

Cinta ALLAH: Pada yang maha Abadi, sebabnya pun Abadi

'bila hambaku bertanya kepadamu tentang Aku, maka Aku adalah dekat..." (albaqarah: 186)

risalah agung ini mengajarkan bahawa cinta yang pertama ditegakkan seorang mu'min adalah cinta yang maha abadi dengan sebab yang abadi pula. cintailah Allah, dengan keimanan yang akan kau bawa pergi menghadapNya. 

cinta adalah energy, yang membuat sang pencinta memiliki tatapan pinta kepada Rabbnya. pandangan kasihnya jatuh jua ke retina cinta, takkan berpaling selamanya. lalu senyumnya pun merekah, mekar dari kuncup cinta. bahkan di kala tangis, ia menimba luhnya dari air mata cinta....

"mintalah fatwa kepada hatimu; 
kebaikan itu adalah apa-apa yang tentaram pada jiwa dan tenteram pula pada hati;
dan dosa itu adalah apa-apa yang syak dalam jiwa dan ragu-ragu hati,
meski orang-orang memberikan fatwa kepada dan mereka membenarkannya"
(HR MUSLIM)

wallahu'alam

1 comments:

tamar ridzuan

Salam..


Cinta ni macam api..

Jika dapat dikawal dan disalurkan ke jalan yang betul, insyaAllah akan menjadi suatu perkara yang sangat berguna untuk diri manusia..

Jika dibiarkan tanpa kawalan dan tidak tahu bagaimana untuk menyalurkannya dengan tepat, pasti ia akan membakar diri manusia itu sendiri...

Jangan disalahkan api jika kita terbakar, tetapi muhasabah cara kita menggunakannya..

begitu juga dengan..

Jangan disalahkan cinta ketika tersalah langkah, muhasabah semula tahap iman di dada yang memandunya..

wallahua'lam

p/s: syukran atas perkongsian.

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails